Cara Menggunakan Indikator Stochastic Yang Benar

Cara menggunakan stochastic, Kebiasaan buruk yang dialami oleh hampir semua trader pemula adalah berganti ganti indikator. Hal ini disebabkan karena indi yang mereka gunakan dirasa kurang memberikan hasil yang positif. Padahal, kesalahan yang terjadi bukanlah disebabkan oleh indikator yang dipasang, melainkan kedisiplinan serta penafsiran yang salah tentang indikator tersebut. Sebenarnya penggunaan indikator yang sederhana saja apabila diterapkan dengan baik akan memberikan hasil yang sangat luar biasa. Terlepas dari itu semua, memang jam terbang sangatlah diperlukan guna memahami secara detail dari masing masing karakteristik sebuah indikator. Meskipun tidak memberikan signal kebenaran yang mutlak setidaknya dapat memberikan prosentase “Win” yang lebih besar dari pada “Loss”. Ibarat sebuah kendaraan, masing masing orang mempunyai caranya sendiri dalam mengendarai kendaraan tersebut. Ada yang dapat menjalankan dengan kecepatan tinggi, ada juga yang hanya dapat menjalankan dengan kecepatan rendah. Oleh karenalah pengalaman sangat penting dalam hal ini. 


Cara menggunakan Indikator Stochastic

Cara Membaca Indikator Stochastic

Dalam kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah indikator yang banyak digunakan oleh kalangan trader. Jika mengacu pada namanya, pada mulanya indi ini digunakan untuk menganalisa pergerakan saham. Dalam bahasa inggris saham disebut dengan “Stock”. Namun karena pergerakan saham dan forex mempunyai karakteristik yang hampir sama, maka Stochastic dapat digunakan untuk menganalisa pergerakan harga di pasar forex. Penggunaan indikator ini sangatlah sederhana, intinya kita hanya fokus ketika harga mencapai titik overbought (70/80) dan ketika harga mencapai titik oversold (30/80). Secara garis besar, indi ini memang dikhususkan untuk mengidentifikasi titik jenuh harga. Apa yang dimaksud dengan titik jenuh? Titik jenuh adalah akhir atau puncak sebuah trend. Apabila titik jenuh terjadi ketika harga naik, maka pertanda sinyal Sell akan muncul. Sebaliknya apabila titik jenuh terjadi ketika harga turun, maka pertanda sinyal buy akan terjadi. Sebelum pergantian trend inilah biasanya harga mengalami titik jenuh terlebih dahulu. Maka dari itu kita dapat menggunakan Stochastic untuk mengetahui apakah harga sudah berada dalam titik jenuh ataupun belum.

Stochastic Overbought

Ovverbought adalah puncak atau titik jenuh yang terjadi ketika harga UP. Overbought ditandai dengan garis stochastic yang berada di level 70/80. Ketika hal ini terjadi, maka kita dapat bersiap siap untuk open posisi SELL. Untuk lebih jelasnya silahkan anda perhatikan gambar berikut ini;


Stochastic Overbought Image

Stochastic Oversold

Ini adalah kebalikan dari overbought, dimana oversold terjadi di lembah, yaitu ketika harga Down/turun. Oversold ditandai dengan garis stochastic yang berada di level 20/30. Ketika hal ini terjadi maka kita dapat melakukan open posisi SELL. Perhatikan gambar berikut ini;


Stochastic oversold Picture

Keterangan: Untuk settingan saya menggunakan 8,3,3. Untuk levelnya, saya menggunakan 80 dan 20. Saya menggunakan settingan tersebut karena saya rasa gerakan stochastic terlihat lebih halus jika dibandingkan dengan settingan default. Berikut penampakannya;


Stochastic Period Image

Stochastic Level Picture

Sebenarnya tidak ada acuan baku untuk periode settingan ini. Anda dapat bereksperimen sendiri dengan mencoba mengubah parameter sesuai dengan kemauan anda. 
Itulah sekilas cara membaca indikator stochastic. Dalam penggunaannya indikator ini juga dapat dikombinasikan dengan indi lain. Silahkan bereksplorasi.

Artikel menarik lainnya

1 comments:

Sampaikan comments
neng junti
AUTHOR
December 28, 2016 at 2:42 PM delete

trading dengan memanfaatkan kehenuhan pasar akan membuat kesempatan kita untuk bisa memasang posisi menjadi lebih terbukan, dan dalam trading di octafx juga suka menggunakan pembalikan arah untuk bisa mendatkan peluang profit

Reply
avatar